Pages

Tampilkan postingan dengan label Bukune. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bukune. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Februari 2014

Secret Santa 2013: Tokyo dan Holland

Judul : Tokyo
Pengarang : Sefryana Khairil
Penerbit : GagasMedia
Terbit : 2013
Halaman : 336

Sinopsis:
Pembaca tersayang,

Musim panas di Tokyo selalu memiliki banyak warna. Sefryana Khairil, penulis Sweet Nothings dan Coba Tunjuk Satu Bintang mengajak kita berkeliling negeri sakura bersama dua wartawan bernama Thalia dan Tora.

Keduanya dipertemukan oleh sebuah lensa. Lalu, Danau Shinobazu membuka mata keduanya tentang bahwa kenyataan sering sekali berbeda dengan asumsi mereka pada awalnya. Thalia dan Tora berbagi tawa dan saling menyembuhkan. Hingga mereka sama-sama ragu, benarkah semuanya hanya sekadar kebetulan? Atau ini adalah satu dari misteri Ilahi yang mereka belum temukan jawabannya?

Setiap tempat punya cerita.
Dan bersama surat ini, kami kirimkan cerita dari timur yang sarat akan aroma lembut bunga sakura. 

Enjoy the journey,

EDITOR

Review:
Thalia adalah seorang fashion editor sebuah majalah perempuan yang ditugaskan ke Tokyo untuk meliput pameran fashion internasional. Thalia pikir, hal tersebut sangat tidak boleh disia-siakan karena ia akan bertemu dengan Dean, pria yang pernah menjadi kekasihnya dan masih ia impi-impikan untuk menjadi pasangan hidupnya kelak. Namun, Dean masih tetap sibuk dengan pekerjaannya dan seolah mengabaikan Thalia. 

Tora adalah seorang reporter majalah LiveLife yang juga ditugaskan ke Tokyo untuk meliput kegiatan disana. Selain itu, Tora juga berniat untuk menemui Hana, wanita yang sangat ia cintai namun sayangnya memutuskan hubungan mereka. 

Takdir mempertemukan Thalia dan Tora. Tora tidak sengaja menabrak Thalia dan menyebabkan lensa kamera limited edition-nya retak. Mulai dari situ, keduanya bergantian memakai kamera Tora dan mereka berdua menjelajah Tokyo sambil mencoba mengerti satu sama lain.

Ini adalah kali pertama aku membaca karya Sefryana Khairil. Aku suka rangkaian kata yang ditulis olehnya, mungkin karena ia lulusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Jakarta :D

Banyak quotes bertebaran dalam novel ini. Seperti ini contohnya:

“Loving someone is never easy. Orang bilang cinta itu sederhana. Meski seringnya cinta tak sesederhana yang kita kira.”


Judul : Holland
Pengarang : Feba Sukmana
Penerbit : Bukune
Terbit : November 2013
Halaman : 289

Sinopsis:
Sejak menjejakkan kaki di Bandara Schiphol, Belanda, dan udara dingin menyambutnya, Kara tak lagi merasa asing. Mungkin, karena ia pun telah lama lupa dengan hangat.

Belasan ribu kilometer dari orang-orang tercinta, ia berharap bisa bersembunyi. Dari masa lalu, luka, dan cinta. Nyatanya, semua itu harus ia temukan lagi dalam kotak tua yang teronggok di sudut kamarnya. Kini, Kara tahu: Ibu yang pergi, Kara yang mencari. Tak ada waktu untuk cinta.

Namun, kala senja membingkai Leiden dengan jingga yang memerah, Kara masih ingat bisik manis laki-laki bermata pirus itu, “Ik vind je leuk”—aku suka kamu. Juga kecup hangatnya. Rasa takut mengepung Kara, takut jatuh cinta kepada seseorang yang akhirnya akan pergi begitu saja. Dan, meninggalkan perih yang tak tersembuhkan waktu. Seperti Ibu.

Aku tidak berada di sini untuk jatuh cinta, ulangnya dalam hati, mengingatkan diri sendiri.

Di sudut-sudut Leiden, Den Haag, Rotterdam, dan Amsterdam yang menyuguhkan banyak cerita, Kara mempertanyakan masa lalu, harapan, masa depan, juga cinta. Ke manakah ia melangkah, sementara rintik hujan merinai di kanal-kanal dan menghunjam di jantung kota-kota Negeri Kincir Angin yang memesona?

Alles komt goed—Semua akan baik-baik saja, Kara.

Review: 
Kara adalah seorang gadis Indonesia yang memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Belanda. Selain itu, ia juga ingin mencari potongan dari kehidupannya yang telah lama menghilang. Hanya saja, ia datang ke Belanda bukan untuk jatuh cinta. Berkali-kali ia tanamkan kata-kata itu di kepala. Sampai akhirnya, ia bertemu dengan Rein, pemuda Belanda bermata pinus yang mahir menggambar.

Lama kelamaan, Kara menjadi sering menghabiskan waktu bersama Rein dan melupakan tujuan utamanya datang ke Belanda.

Feba Sukmana memberikan para pembaca dengan banyak informasi mengenai Belanda. Kota-kotanya, kebudayaannya, dan lain sebagainya. Dan juga, dalam novel ini mayoritas digambarkan saat suasana sedang hujan. Which is, my favorite weather.


SECRET SANTA 2013

Well, maaf yang sebesar-besarnya ditujukan untuk Santa-ku karena aku baru sempat membuat postingan hari ini :D 
Santa-ku ini baik sekali memberikanku 2 buku yang tidak ada di wishlist-ku. Hehehe... Tapi nggak apa-apa. Dikasih buku apa aja, aku udah seneng kok.
Nah, si Santa ini ngirim bukunya lama banget! Pokoknya aku sampe sempet mikir kalau Santa mau ngasih The Cuckoo's Calling. Hahaha... sumpah ini kepedean!


Yang di atas itu adalah riddle dari sang Santa. Awalnya, aku bener-bener gelap dan nggak tau apa-apa. Akhirnya, setelah posting bareng buku dan riddle dari si Santa, aku dapet pencerahan nih. Kota harum? Banyuwangi? Banyu itu yang kutahu, artinya air yang sama dengan Tirta :p Dan paling bawah kertasnya itu ada RP I. Itu tuh, inisial judul blog Kak Tirta di I Prefer Reading yang dibalik! Gimana? Aku bener, kan? Tunjukkan dirimu, Kak Tirta! :D

Selasa, 28 Mei 2013

(Review) Warna Rindu : Masih Ada Kisah Tentangmu


Judul : Warna Rindu
Pengarang : Adeliany Azfar
Penerbit : Bukune
Terbit : Desember 2012
Halaman : 272

Wengi, dalam bahasa Jawa berarti malam. Ya, Wengi memang seperti malam. 'Gelap dan sepi'. Ia menjadi murung dan penyendiri sejak ditinggal mati kedua orangtuanya. Untungnya, masih ada yang perhatian padanya. Aska, lelaki yang usianya lebih tua setahun darinya. Aska tetangga sebelah rumah Wengi sekaligus sahabat Wengi sejak kecil. Aska selalu mencari tahu bagaimana cara agar ia bisa membuat Wengi kembali ceria. Ternyata, rahasianya ada pada permen kapas. Wengi kembali tersenyum ketika Aska membawakannya permen kapas. Sejak saat itu, Aska selalu membawa permen kapas ke rumah Wengi setiap hari. Aska memang seperti kakak yang sangat menyayangi dan melindungi adiknya. Namun, perhatian Aska diartikan berbeda oleh Wengi. Wengi menaruh rasa pada Aska. Ia tidak akan pernah menyatakan perasaannya karena Aska telah mempunyai kekasih, Sadina. 
Suatu hari, Sadina dilanda rasa cemburu yang amat sangat karena melihat kedekatan Wengi dengan Aska. Akhirnya Sadina menyuruh Aska untuk memilih diantara dirinya dan Wengi. Aska pun memilih Sadina. Sejak itu, hubungan Aska dan Wengi merenggang. Mereka menjauh, tidak pernah bertegur sapa lagi.
Saat Wengi sudah masuk kuliah, ia merubah dirinya menjadi ceria lagi seperti waktu sebelum orangtuanya meninggal. Ia jadi sering bepergian keluar sendiri, berdandan, dsb. Di suatu kafe, saat Wengi sedang menulis, datang seorang lelaki bernama Toska. Toska adalah lelaki periang yang dapat membuat Wengi tertawa lepas. Lalu, apakah Wengi masih tetap menyimpan perasaannya pada Aska? Atau ia malah berpaling ke Toska? Lebih lanjutnya, silahkan baca novel ini.

Saya sangat menyukai novel ini. Pertama, covernya cerah dan catchy. Kedua, saya suka dengan gaya bahasa yang agak baku yang digunakan dalam novel ini. Ketiga, saya suka endingnya. Tapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, bagaimana Wengi bisa membiayai kebutuhan hidupnya sehari-hari? Di dalam novel ini tidak dijelaskan dan bahkan, Wengi memiliki pembantu rumah tangga. Kedua, tokoh Sadina yang awalnya digambarkan seperti putri keraton, namun di pertengahan menjadi jahat, lalu kembali baik di akhir. Hanya itu saja, sih. Saya sangat merekomendasikan novel ini.

Jumat, 24 Mei 2013

(Review) Ketika : Saat Cinta Bersilangan


Judul : Ketika : Saat Cinta Bersilangan
Pengarang : Aiman Bagea
Penerbit : Bukune
Terbit : Mei 2012
Halaman : 312

Naira yang suka melukis bersahabat dengan Diba yang suka menulis. Mereka mengejar mimpi mereka masing-masing. Sampai suatu hari, Diba cerita bahwa ia sedang jatuh cinta untuk yang pertama kali. Nama lelaki yang Diba suka adalah Rul. Ia dan lelaki itu satu kampus. Sama seperti Diba, Naira pun merasakan jatuh cinta yang pertama kali dengan lelaki yang ia temui di pameran lukisan, Aji. Awal pertemuan, mereka sempat bersitegang karena berbeda pendapat tentang sebuah lukisan. Lama kelamaan, Naira pun semakin dekat dengan Aji. Aji juga membantu Naira untuk meraih mimpinya menjadi seorang pelukis. Naira semakin terpikat pada Aji, begitupun sebaliknya. Mereka berdua saling mencintai. Akhirnya, pernyataan itu pun tersampaikan. Mereka menjadi sepasang kekasih. Sementara itu, hubungan Diba dan Rul tidak semulus hubungan Naira dan Aji. Diba patah hati karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Sampai akhirnya, mereka menyadari ada sesuatu yang salah dalam kisah mereka. 

Sebenarnya, inti cerita ini sudah sering diangkat sinetron atau ftv dan terkesan klise. Namun, tetap saja sang penulis bisa mengaduk-aduk perasaan saya. Saya sangat suka dengan bahasa puitis yang banyak digunakan di novel ini walaupun kadang butuh waktu untuk memahaminya. Dan menurut saya endingnya sudah pas. Mau tahu bagaimana endingnya? Baca saja novel ini.